Minggu, 09 April 2017

Wisata Mandeh with Mumtaz Tour and Travel

Paket wisata Hemat Mandeh (One day trip)
P.setan, rumah apung,p cubadak, p sironjong ketek, dan gadang,hutan bakau, air terjun sungai gemuruh....
Fasilitas : Coffe morning, Lunch, 1 Wahana, Foto Snorkling Gratis
Minimal 12 org, rp 250.000 per kepala.
Cp : 082285351144




Senin, 07 Maret 2016

Kekerasan Disekolah Dari Segi Pandang Guru





Berdasarkan hasil penelitian UNICEF, sekitar 80 % siswa di Indonesia pernah mengalami tindak kekerasan di lingkungan sekolah. Untuk Sumbar sendiri, sesuai rilis data dari LPAI (Lembaga Perlindungan Anak Indonesia),  telah ada sepuluh kasus kekerasan yang terjadi di sekolah. Apa yang salah dalam sistem pendidikan negara ini sehingga begitu banyak kasus kekerasan di dunia pendidikan?


Kabar tentang kekerasan guru kian digadang-gadangkan. Alasannya, selama ini kita hanya melihat dari kaca mata siswa, tanpa pernah mencoba untuk memandang dari kacamata guru. Guru sebagai seorang yang telah memiliki ilmu dan pengetahuan tentang seni mengajar sesungguhnya jauh di dalam lubuk hatinya tidak ingin menggunakan kekerasan di dalam proses belajar mengajar, hanya terkadang ada sebagian guru yang melenceng dari kode etik yang telah ditetapkan. 

Sebelum kita mengkaji perilaku guru, ada baiknya kita lihat dulu apakah perilaku dan perangai peserta didik pada saat sekarang ini telah berjalan pada jalurnya? Saya pernah mendengar sebuah percakapan kecil antara seorang guru dan muridnya, “Ka ma juo kalian pai lai? Capeklah bajalan tu urang ka upacara lai”. Mendengar hal tersebut, dengan entengnya murid menjawab, “Eee apak ko lai, ribuik se ha”. Beginikah cara seorang murid zaman sekarang menanggapi teguran guru yang notabene adalah orangtua kedua bagi mereka?


Ada peristiwa lainnya yang pernah saya lihat dimana seorang guru ‘menampar’ (menyentuh secara lembut) siswanya dengan tujuan mendidik. Ketika guru itu berlalu, murid tersebut malah menampar mukanya sendiri sampai memerah dan kemudian mengadukan kepada orangtuanya. Mendengar pengaduan anaknya, orangtua si anak melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian. Untungnya pihak kepolisian setempat mengenal guru bersangkutan dengan baik, sehingga masalah tersebut tidak berkepanjangan.

Selain itu saya juga pernah melihat bagaimana seorang guru di sebuah yayasan yang diberhentikan dari pekerjaannya hanya karena mendedikasikan tubuh dan fikirannya untuk mendidik siswa di daerah pedalaman di Sumatera Barat. Dimana ketika sedang mengajar seorang muridnya terlihat enggan untuk belajar, dan itu terjadi tidak hanya dengan guru tersebut tetapi juga dengan guru yang lain. Melihat tingkah laku murid tersebutsang guru menegurnya sampai 3 x. setelah bosan melihat tingkah laku siswa tersebut, guru itu membiarkannya dan mengatakan “kalau kamu nggak mau belajar tidak apa-apa asal jangan mengganggu teman yang lain. Tapi dia masih membandel bahkan mengganggu temannya dan mengakibatkan kacaunya proses belajar mengajar. Kemudian guru tersebut menjewer kuping nya dan mengusir keluar. Tidak sampai setengah jam, siswa tersebut kembali bersama orangnya kesekolah dan orangtuanya memaki-maki sang guru didepan murid-murid yang lain. Itu baru permulaan, tidak sampai beberapa bulan guru tersebut diberhentikan oleh yayasan dengan alasan tidak bisa mengajar dengan baik dan kasar terhadap murid.

Kita juga harus menyadari kalau guru itu pun juga seorang manusia yang mempunyai batas kesabaran. Malahan guru adalah manusia yang sangat sabar dalam menghadapi tingkah polah anak didiknya.

Kita semua pernah sekolah dan merasakan bangku sekolah. Ketika kita salah, kita akan mendapatkan ganjaran dari guru sehingga untuk selanjutnya hal tersebut tidak terulang lagi.
Sudah menjadi kecenderungan umum bahwa dekadensi moral yang terjadi sekarang pada kalangan pelajar telah mencapai titik mengkhawatirkan dalam dunia pendidikan di negara ini, khususnya di Minangkabau. Bahwa etika sosial maupun perilaku dalam bermasyarakat sudah tidak menjadi acuan lagi dalam pergaulan sehari-hari. Saya ingat ketika masih duduk di bangku sekolah. Saat itu, jangankan untuk bertegur sapa dengan guru, untuk bertemu saja segan rasanya. Sebegitu bersahaja dan berwibawanya seorang guru ketika itu.

Kekerasan dalam dunia pendidikan tidak hanya disalahkan kepada guru semata, kita harus menganalisa apa sebenarnya yang terjadi hingga hal yang seperti itu bisa terjadi.

Menurut saya, semua yang terjadi pada saat  ini disebabkan oleh suatu produk yang bernama kemajuan zaman. Perkembangan teknologi telah menyeret kita ke suatu arus yang tak berdasar, kita menerima mentah-mentah semuanya tanpa menyaringnya dengan benar. Kita tidak bisa mengenyampingkan pengaruh dari media seperti internet, game online dan televisi. Tidak usah menutup mata, betapa banyak tontonan yang menyuguhkan bagaimana sikap seorang siswa kepada guru, guru dijadikan sebagai bahan ejekan (guru ditampilkan sebagai seorang sosok yang bodoh) dan banyak hal lainnya. Keadaan ini pun memicu siswa untuk berperilaku kurang ajar dan menyepelekan gurunya.

Selain itu didikan orangtua yang terlalu memanjakan anaknya sehingga si anak merasa selalu benar dan berbuat semaunya. Ajaran atau didikan yang pertama kali yang diterima oleh anak adalah berasal dari keluarga, baru setelah itu kemudian lingkungan dan sekolah. Oleh karena itu, faktor keluarga dan lingkungan inilah yang paling banyak mempengaruhi pola pikir dan etika siswa dalam bersikap. Saya mencoba flashback ke masa sekolah. Saat itu, apabila siswa dimarahi dan dihukum oleh guru di sekolah, siswa tidak berani mengadu kepada orangtuanya di rumah. Apabila mengadu, hukuman yang diterima akan bertambah di rumah. Berbeda sekali dengan zaman sekarang. orangtua menelan mentah-mentah pengaduan anaknya dan pergi menyerang ke sekolah, lalu memarahi guru yang bersangkutan. Bahkan ada orangtua yang dengan bangganya berkata kepada guru, “aden se nan maagiah makan jo manggadangkan nyo indak pernah berang ka inyo do, kunun ang/kau, lai jaleh ang/ kau ko digaji untuak maaja mah. indak untuak manangani anak den.

Pantaskah seorang guru menerima perkataan seperti itu? Padahal tanpa kita sadari, dengan berbuat begitu kita sama saja mendorong anak untuk berperilaku sekehendak hati di sekolah dan lingkungan. Hal ini bisa saja membuat anak di suatu hari nanti tanpa segan ‘menerkam’ orangtuanya.

Akibat terlalu seringnya guru disalahkan dalam kekerasan di dalam dunia pendidikan, pada saat sekarang ini guru pun hanya memilih untuk mengajar, bukan mendidik. Misalnya saja, saat ini kebanyakan guru hanya mengajar dan menyampaikan materi tanpa mempedulikan etika dan tingkah laku anak didiknya. Dengan kata lain, sejumlah guru hanya mengejar target materi. Sesungguhnya hal tersebut hanya akan merugikan siswa bahkan menghancurkan masa depan siswa itu sendiri

Jika hal ini tidak ingin berlarut-larut, pemerintah harusnya bisa memberikan batasan yang tegas mana yang disebut penganiayaan atau hukuman yang bertujuan untuk mendidik. Selain antara orang tua dan pihak sekolah harus saling mengerti posisi masing-masing dan saling mengkomunikasikan untuk kemajuan siswa, bukan untuk saling menyalahkan.

Satu hal yang mungkin terlupakan oleh kita semua, apalah yang diaharapkan oleh seorang guru selain melihat keberhasilan anak didiknya. Pernahkah mereka meminta balasan atas apa yang telah mereka berikan kepada kita? Masih pantaskah rasanya falsafah itu kita dendangkan setiap saat? Mengutip lagu Ebiet G. Ade, mari kita bertanya kepada rumput yang bergoyang?


Senin, 14 Desember 2015

MUMTAZ Tour de Carocok

one night trip Carocok - cengkoe island Rp 400.000/ org (Minimal 8 Orang)
Accomodation :
* Penginapan Di pulau Cingkuk
* Breakfast/ dinner (optional)
* Ongkos PP (Padang - Painan - Pulau Cingkuk)
* Snorkling
* Documentasi (Soft Copy)
* Wahana Air (banana boat, donat boat, crazy boat*)
Berangkat sabtu jam 10.00 dari padang pulang Minggu jam 14.00 (Jam keberangkatan menyesuaikan dengan kondisi)
One day trip Carocok -Cengkoe Island Rp 200.000/ org
* Lunch
* Ongkos PP (Padang - Painan - Pulau Cingkuk)
* Snorkling
* Documentasi (Soft Copy)
* Wahana Air (banana boat, donat boat, crazy boat*)





Berangkat sabtu jam 10.00 dari padang pulang jam 16.00 (Jam keberangkatan menyesuaikan dengan kondisi)
*) wahana air pilih salah satu
Bagi yang berminat hubungi:
082285351144

Minggu, 30 Agustus 2015

Mandeh Resort




Sebuah noktah bergerak membentuk garis, membelah birunya air. Meninggalkan rona putih tak kentara. Semakin jauh dari noktah pembentuk, garis itu membelah dan semakin melebar untuk kemudian lenyap menghempas karang di pinggir pantai pulau-pulau kecil yang dilewatinya. Di balik pulau kecil jauh ke tengah, bak hamparan permadani biru, laut luas Samudera Hindia terpampang membentang menyiratkan kekayaan alam yang tiada tara. Noktah itu terus bergerak membelah air tenang di dalam teluk yang tenang tak berombak. Ia adalah sebuah perahu nelayan tradisional yang melintas di Teluk Tarusan, Kawasan Mandeh Resor dilihat dari Rest Area Puncak Panorama Mandeh. Air di dalam teluk sangat tenang nyaris tak bergelombang. Kawasan Mandeh Resort (Mandeh Resort Zone), terletak di Teluk Tarusan sekitar 55 km dari Kota Padang dan 25 km dari Kota Painan. Dinamakan Mandeh, mengikuti sebuah nagari yang ada di kawasan itu. Masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan dan berbatasan langsung dengan Kota Padang. Kawasan ini memiliki beberapa buah pulau kecil, antara lain Pulau Cubadak, Pulau Marak, Bintangor Gadang, Bintangor Ketek, Pulau Setan Gadang dan Pulua Setan Ketek, Pulau Sironjong Gadang, Sironjong Ketek dan lainnya.
Kepulauan Mandeh adalah pulau yang belum banyak terjamah wisatawan ini ternyata menyuguhkan pemandangan asri dan natural. Dari sini terdapat spot untuk menyaksikan dengan jelas jejeran pulau yang bertebaran di birunya Samudra Hindia.

Kepulauan Mandeh terletak di Pesisir selatan, atau sekitar 65 km dari kota Padang. Meski waktu tempuh untuk sampai ke lokasi ini tidak sebentar, namun keindahan panorama alam yang ditawarkan mampu membayar lunas rasa lelah di perjalanan.
Biaya yang ditawarkan untuk sewa perahu dan menyewa alat senorkeling sekitar Rp 350 ribu. Tentu pengunjung dapat menikmati liburan yang sempurna. Menyenangkan bukan?
Untuk Anda yang ingin berenang, juga terdapat pulau-pulau kecil dengan air yang tidak terlalu dalam, seperti pulau Setan Kecil, Setan Besar, dan Pulau Nyamuk. Pemerintah provinsi juga berencana untuk mendirikan infrastruktur dan mengundang investor untuk membangun fasilitas wisata dan olahraga air

Minggu, 23 Agustus 2015

Cara Mudah Menguasai Bahasa Inggris


Menyambung tulisan yang terdahulu, disini akan dibahas tentang bahasa inggris seutuhnya. So chek it out
Berikut ini ada beberapa poin penting yang bisa anda pelajari untuk memperdalam bahasa inggris dalam waktu singkat bahkan mampu anda pahami dalam hitungan menit saja. Ini dia poin penting yang akan membuat anda mudah dan cepat belajar bahasa inggris dalam waktu singkat :
1. Vocabulary (Kosa Kata)
Memperbanyak kosa kata adalah cara utama untuk mempelajari bahasa inggris. Bagaimana caranya? Mempelajari kosa kata bukanlah membaca dan menghafal kamus tebal Inggris-Indonesia berjam-jam bahkan berhari-hari. Mulai lah mempelajari kosa kata dengan nama-nama benda disekitar anda seperti ibu=mother , ayah=father , apel=apple , pisang=banana , kucing=cat , kelici=rabit , kursi=chair , pisau=knife dan lainnya..Semakin anda terus-terusan mengingat dan mempelajari kosa kata di sekitar kehidupan anda , maka kosa kata itu akan bertambah dan terus bertambah
2. Menulis Semua Dengan Bahasa Inggris
Menulis merupakan hal yang wajib bagi para pelajar. Untuk mempelajari bahasa inggris belajar lah untuk menulis dengan menggunakan bahasa inggris. Kegiatan ini akan melatih kita untuk mengasah kembali kosa kata dan melatih kita membuat kalimat dengan bahasa inggris. Misalnya dengan anda menulis “diary”. Belajar lah menulis diary dengan menggunakan bahasa inggris. Mengirim pesan singkat kepada teman atau “message”. Mengetik pesan singkat menggunakan bahasa inggris secara tidak langsung mengasah kemampuan speaking atau berbicara kita.
3. Grammar Jangan Dijadikan Beban
Dalam belajar bahasa inggris, grammar merupakan hal yang sangat penting serta menjadi kunci rahasia sukses belajar bahasa inggris dengan cepat dan singkat. Grammar dianggap sebagai jantungnya bahasa inggris sehingga sangat penting untuk dipahami dan dipelajari dengan baik. Didalam writing atau menulis menggunakan grammar adalah suatu hal penting dan menjadi peran utama. Namun di dalam speaking atau berbicara, penggunaan grammar masih sebatas wajar. Banyak orang melakukan speaking secara spontan tanpa memikirkan grammar. Kesalahan semacam ini masih bisa di maafkan dan ditoleransi karena dalam percakapan biasanya akan terjadi kontak langsung sehingga membuat kesalahan dalam percakapan bisa segera diklarifikasi, tentu saja berbeda dibandingkan dalam menulis. Grammar sangat penting namun jangan dijadikan beban dalam speaking atau berbicara.
4. Mendengarkan Lagu Berbahasa Inggris
Belajar bahasa inggris menggunakan lagu berbahasa inggris adalah cara yang paling banyak disukai. Dengan menyukai lagu berbahasa inggris, kosa kata atau vocabulary akan semakin bertambah. Dan dengan bernyayi menggunakan bahasa inggris akan melatih pronounciation kita dalam mengucapkan kosa kata bahkan kalimat dalam bahasa inggris. Selain mengasikan metode ini tidak menghabiskan banyak waktu.
5. Menonton Film Berbahasa Inggris
Menonton film berbahasa inggris yang ada subtitle inggris-indonesia sangatlah mudah. Dengan itu kita bisa belajar bahasa inggris plus artinya. Kita bukan hanya melihat filmnya saja tapi kita akan mendapatkan kosa kata yang baru.

6. Full English
Full english adalah bahasa inggris FULL!!!!!! Teruslah untuk berbicara bahasa inggris. Kebanyakan pelajar berbahasa inggris saat perlajaran bahasa inggris saja. Ini salah! Bagaimana bahasa inggris kita lancar jika hanya di pelajaran bahasa inggris saja kita berbicara menggunakan bahasa itu. Meskipun bahasa inggris bukanlah bahasa asli kita sebagai orang Indonesia , tidak ada salahnya kita berbahasa inggris setiap hari. Ini sangat membantu untuk melatih kemampuan kita dalam berbahasa inggris.

Sabtu, 18 Juli 2015

Efek Negatif Jejaring Sosial



Saat ini perkembangan aplikasi media sosial seperti Facebook, Twitter dll,mengalami perkembangan yang sangat pesat baik di kalangan remaja maupun anak-anak.Sebagai aplikasi media sosial hal ini tentu saja membawa banyak dampak baru dalam perkembangan remaja dan anak-anak, baik dampak negatif maupun positif. Dampak positif media sosial dalam perkembangan IT sebenarnya membawa banyak keuntungan, misalnya saja memudahkan dalam hal komunikasi, mencari dan mengakses informasi.Namun di selain itu hal ini juga membawa hal negatif bagi para anak-anak dan remaja yangsalah dalam penggunaan fungsinya tersebut.

Facebook, twitter dan situs jejaring sosial yang lainnya saat ini merupakan aplikasi teknologi yang sedang digemari kalangan remaja termasuk juga anak-anak. Dengan situs jejaring ini kita dapat memperluas pertemanan baik secara kekerabatan maupun dengan masyarakat luas, bukan hanya dalam ruang lingkup lingkungan tempat tinggal saja tetapi dari berbagai macam kalangan, lingkungan maupun status sosial. Hal tersebut menjadi suatu keharusan bagi remaja untuk memilikinya.
Dengan adanya hal tersebut situs jejaring sosial ini mengakibatkan dampak yang positif maupun negatif. Dampak positif dari jejaring sosial diantaranya sebagai sarana untuk mempromosikan iklan yang belakangan ini disebut dengan jual beli online, ada juga yang membuat grup atau komunitas untuk bertukar informasi dan juga memperluas pertemanan. Selain itu jejaring sosial juga dapat mempertemukan tali persaudaraan yang sudah lama tidak bertemu atau sempat putus.

Dampak negatif jejaring sosial bagi remaja dan anak-anak adalah dengan situs jejaring sosial yang mereka akan merasa kecanduan dan tidak mengenal waktu karena mereka harus update terhadap situs jejaring sosial yang mereka miliki. Belakangan ini marak kasus penculikan terhadap gadis remaja setelah berkenalan lewat jejaring sosial, ada pula yang melarikan diri atau kabur dari rumah setelah berkomunikasi dengan teman jejaring sosialnya. Dampak negatif situs jejaring sosial juga nampak dalam perubahan sikap yang ditunjukan setelah remaja tersebut kecanduan jejaring sosial diantaranya mereka menjadi malas karena terlalu asyik dengan jejaring sosial mereka, mereka juga lupa akan kewajiban mereka sebagai pelajar. Selain itu mereka juga akan bersikap egois, tidak peduli dengan lingkungan sekitar karena waktu yang mereka miliki dihabiskan untuk internet. 

Dengan berkembangnya dunia teknologi, saat ini banyak situs-situs jejaring sosial yang menyedot perhatian banyak massa. Sebut saja Facebook dan Twitter yang belakangan ini sangat digandrungi anak kecil, remaja maupun dewasa. Sudah dapat dipastikan situs jejaring sosial ini memiliki dampak positif dan negatif bagi penggunanya itu sendiri. Pemanfaatan internet akhir – akhir ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Media internet tidak lagi hanya sekedar menjadi media berkomunikasi semata, tetapi juga sebagai bagian tak terpisahkan dari dunia bisnis, industry, pendidikan dan pergaulan social. Khusus mengenai jejaring social atau pertemanan melalui dunia internet, atau lebih dikenal dengan social network pertumbuhannya sangat mencengangkan.

Dunia telah berubah dan akan terus berubah, jarak antar daerah bahkan antar Negara telah semakin dekat. Beberapa puluh tahun lalu kita sempat takjub dengan televisi yang bisa membagi informasi gambar bergerak ke seluruh pelosok negeri. Kini zaman telah berubah setiap orang bisa berbagi gambar bergerak kepada yang lainya, setiap orang bisa berbicara dan saling melihat lawan bicaranya secara langsung dimanapun ia berada.

Teknologi informasi yang berbasis internet telah berkembang pesat di indnesia, produk berbasis internet yang paling di gemari saat ini adalah situs jejaring social berupa facebook dan twitter. Dengan layanan situs jejaring sosial ini kita dapat berkomunikasi dengan teman-teman baru maupun lama dari belahan dunia manapun.

Arus perkembangan teknologi ini bagaimana pun tak akan bisa kita bendung, sebagian besar anak dan remaja saat ini telah familiar dengan berbagai situs jejaring sosial tersebut, tidak saja anak dan remaja kota, bahkan anak-anak di pedesaan pun kini telah berangsur-angsur mulai menggunakan jejaring sosial tersebut.

Berkembang pesatnya situs jejaring sosial tersebut tentu saja punya dampak positif dan juga negatif, oleh karena itu pentig untuk di buat suatu sistem pengawasan dan bimbingan bagi mereka agar dampak negatif nya dapat di hindari dan dampak positif nya semakin di rasakan.

Tugas mengawasi dan membimbing itu tentu saja bukan tugas guru di sekolah semata, orang tualah yang seharusnya berperan dalam pengawasan dan bimbingan bagi anak-anaknya. Untuk pedoman pengawasan tersebut tentu saja para orang tua dan para anak dan remaja itu sendiri mengetahui apa saja dampak positif dan negatif situs jejaring sosial tersebut. Untuk itu di bawah ini akan saya sebutkan beberapa dampak negatif dan positif pemanfaatan situs jejaring social tersebut.


Anak dan remaja menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata. Tingkat pemahaman bahasa pun menjadi terganggu. Jika anak terlalu banyak berkomunikasi di dunia maya, maka pengetahuan tentang seluk beluk berkomunikasi di kehidupan nyata, seperti bahas tubuh dan nada suara, menjadi berkurang.

Situs jejaring social akan membuat anak dan remaja lebih mementingkan diri sendiri. Mereka menjadi tidak sadar akan lingkungan sekitar mereka, karena kebanyakan menghabiskan waktu di internet. Hal ini dapat mengakibatkan anak menjadi kurang berempati di dunia nyata.
·         Bagi anak dan remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di jejaring social. Hal ini akan membuat mereka semakin sulit membedakan anatara berkomunikasi di situs jejaring social dan dunia nyata. Hal ini tentunya akan mempengaruhi keterampilan menulis mereka di sekolah dalam hal ejaan dan tata bahasa.
·          Situs jejaring social adalah lahan subur bagi predator untuk melakukan kejahatan. Kita tidak akan pernah tahu apakah seseorang yang baru di kenal anak kita di internet, menggunakan jati diri yang sesungguhnya.
·         Pornografi : Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela. Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen browser melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home page yang dapat di akses. Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
·         Penipuan : Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
·         Carding : Karena sifatnya yang real time (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.
·         Perjudian : Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.



Dampaknya terhadap sosial dan budaya :
 Akibat kemajuan Teknologi bisa kita lihat :
1.Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol. Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women:From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri , dan berbagai jabatan penting lainnya.
2.Meningkatnya rasa percaya diri. Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.
3.Tekanan, kompetisi yang tajam di berbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin , tekun dan pekerja keras
Meskipun demikian,

Kemajuan Teknologi akan berpengaruh Negatif pada aspek budaya:
1.Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.
2.Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibatnya bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
3.Pola interaksi antar manusia yang berubah kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC) , internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (WARNET) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer.  Melalui    program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.


Dilihat dari segi hukum :
Dampak Negatif Internet

1. Cybercrime Adalah kejahatan yang di lakukan seseorang dengan sarana internet di dunia maya yang bersifat.
• Melintasi batas Negara
• Perbuatan dilakukan secara illegal
• Kerugian sangat besar
• Sulit pembuktian secara hukum
Bentuk-bentuk cybercrime sebagai berikut :

    Hacking – Usaha memasuki sebuah jaringan dengan maksud mengeksplorasi atupun mencari kelemahan system jaringan.
    Cracking – Usaha memasuki secara illegal sebuah jaringan dengan maksud mencuri, mengubah atau menghancurkan file yang di simpan padap jaringan tersebut.

2. Parnografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan parnografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen ‘browser’ melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.

3. Violence And Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.

4. Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
 sehingga pembuktian secara hukum agak sulit di tindak, karena para pelaku kejahatan dalam internet bisa berada dimana saja.


Para pelajar yang baru mengenal internet biasanya menggunakan fasilitas ini untuk mencari hal yang aneh-aneh. Seperti gambar-gambar yang tidak senonoh, atau video-video aneh yang bersifat “asusila” lainnya yang dapat mempengaruhi jiwa dan kepribadian dari siswa itu sendiri, sehingga siswa terpengaruh dan mengganggu konsentrasinya terhadap proses pembelajaran disekolah, namun demikian tidak semua siswa melakukan hal yang demikian, hanya segelintir pelajar yang usil saja yang dapat melakukannya karena kurang memiliki rasa tanggungjawab terhadap diri pribadi dan sekitarnya, namun pada umumnya internet digunakan oleh setiap pelajar untuk mencari atau mendapatkan informasi.

Hal ini dapat menjadi sebuah motivator terhadap pelajar untuk terus berkembang dan juga dapat berfungsi sebagai penghancur (generasi muda), remaja adalah makhluk yang rentan terhadap perubahan disekitarnya, dia akan mengikuti hal yang paling dominan yang berada didekatnya jadi kemungkinan terjadinya perubahan yang drastis dalam masa-masa remaja akan mendorong kearah mana remaja itu akan berjalan, kearah positif atau negative tergantung dari mana di memulai.

Remaja yang kesehariannya bergaul dengan internet akan lebih tanggap terhadap perubahan informasi disekitarnya karena ia terbiasa dan lebih mengetahui tentang informasi-informasi tersebut sehingga dia lebih daripada yang lainnya. Tetapi selain itu, remaja yang memiliki kecenderungan pada hal yang negatif justru sebaliknya, dia akan nampak pasif karena hanya diperbudak oleh kemudahan dan kayaan informasi dari internet tersebut.

Berikut uraian dampak negatif dari penggunaan sosial media :

1. Kecanduan dan tidak mengenal waktu

Orang yang sudah asyik bermain media sosial susah lepas untuk dihentikan. Terutama untuk para remaja yang masih belum bisa memprioritaskan mana yang harus dikerjakan mana yang tidak harus dikerjakan. Mereka akan mudah tercandu dengan serunya aplikasi media sosial hingga lupa terhadap waktu. Dengan begitu mereka akan lupa untuk mengerjakan hal hal yang penting yang justru malah digunakan untuk bersosial media.

2. Tidak peduli dengan sekitar

Kebanyakan orang saat sudah merasakan asyiknya online menjadi tidak peduli dengan lingkungan sekitar, entah itu pada saudara, orangtua atau teman. Bahkan, dengan dirinya sendiri pun lupa. Tidak peduli orangtua sedang repot butuh bantuan, tidak peduli lantai kotor dan harus disapu, tidak peduli sudah menjalankan ibadah sholat atau belum dan masih banyak lagi ketidak pedulian mereka disaat sedang asyik di dunia maya.

3. Kurang sosialisasi dengan lingkungan

Jika diperhatikan banyak remaja sekarang yang tidak akrab dengan tetangga sekitar. Mereka cenderung asyik mengurung diri di kamar memainkan jari jemarinya di keyboard komputer atau keypad handphone mereka. Sehingga kebiasaan ini menyebabkan mereka menjadi tidak dikenal di masyarakat, tidak mengetahui ada info apa di lingkungan sekitar dan sebagainya.

4. Menghamburkan uang

Rata-rata bagi mereka yang kecanduan media sosial selalu menjaga pulsanya demi bisa bermedia sosial ria. Banyak juga remaja sekarang yang lebih memilih pulsanya didaftarkan untuk paket internet daripada untuk menelpon atau sms keluarga. Sekarang sekitar 50 000 rupiah minimal biaya yang dibutuhkan untuk 1 bulan paket internet. Itupun belum termasuk biaya sms dan telepon. Bagaimana dengan keuangan anak remaja yang masih duduk dibangku sekolah ? tidakah itu terlalu memberatkan? Ya mungkin sangat memberatkan bagi sebagian masyarakat. Orangtua akhirnya perlu mengeluarkan biaya yang lebih lagi untuk putra putrinya.

5. Mengganggu kesehatan

Mereka yang sedang asyik di media sosial cenderung suka tidur larut malam dan melupakan perutnya sudah terisi makanan atau belum. Sudah tentu hal ini menyebabkan daya tahan tubuh menjadi lemah sehingga mudah terserang penyakit.

6. Malas Belajar

Jika terlalu asyik bermain menggunakan sosial media menyebabkan malas untuk membuka kembali buku pelajaran sekolah atau kuliah. Saat ingin mengerjakan tugas sekolah atau kuliah pun inginnya segera cepat karena sudah terfokus dengan sosial media. Alhasil kualitas daya be;ajar mereka pun menurun akibat penggunaan yang berlebihan.




Sumber : https://anitafantastikaaa.wordpress.com/2014/12/15/dampak-negatif-penggunaan-sosial-media/


COMMENT & SHARE PLEASE